Minggu, 14 Juni 2020

Kembangkan Produk Simpanan, Koperasi Tak Perlu Izin OJK

Segala bentuk ketentuan mengenai koperasi telah diatur oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sehingga koperasi tidak perlu lagi mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Ketua Umum Askopindo Sahala Panggabean (kiri) bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. - Antara/Askopindo

Bisnis.com, JAKARTA – Koperasi tak perlu mengajukan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika ingin mengembangkan produk simpanan. Pasalnya, ketentuan mengenai perkoperasian telah diatur oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Ketua Umum Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) Sahala Panggabean mengatakan, ketentuan mengenai koperasi simpan pinjam (KSP) telah diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) No.15/2020 tentang Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi dan Permenkop No.11/2017 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah oleh Koperasi.

"Kita lihat pada pasal 1 ayat 14 Permenkop No. 15 dan Permenkop No.11 pada pasal 1 ayat 21 tentang simpanan berjangka, jelas diatur bahwa koperasi baik KSP maupun KSPPS dibolehkan memiliki produk simpanan berjangka," kata Sahala, seperti dikutip dari Antara, Senin (8/6/2020).

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan


Sementara itu menurutnya, pada kasus koperasi gagal bayar seperti Indosurya, Hanson dan Cipaganti, dia mengklaim hal itu terjadi karena adanya praktik penyimpangan alokasi.

Dia mengatakan, dana yang ada tidak dijadikan pembiayaan kredit bagi anggota koperasi, tapi seringkali digunakan untuk membiayai usaha yang terafiliasi dalam kelompok bisnis yang cenderung spekulatif.

"Praktik tidak terpuji ini biasanya siasat dari kelompok usaha besar yang sudah punya bisnis utama sebelumnya, justru mereka mendirikan koperasi untuk mendapatkan dana guna membiayai bisnis utamanya. Sejak awal harusnya dilacak kredibilitas dan rekam jejak pengaju izin,” ujar Sahala.

Simpanan Berjangka 24 bulan Bagi Hasil 17% di depan




Di sisi lain, Sahala menekankan pentingnya peran pemerintah dalam keberpihakan dan mendorong agar koperasi berdaya saing kuat sesuai UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian.

Pasalnya, dalam UU itu disebut bahwa untuk perlindungan kepada koperasi, dapat dikembangkan sektor ekonomi tertentu secara eksklusif sebagai bentuk keberpihakan konkrit bagi usaha koperasi guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial.

"Dalam Pasal 63 ayat 1 disebutkan bahwa untuk memberi perlindungan kepada koperasi, pemerintah bisa menetapkan bidang kegiatan ekonomi yang hanya boleh diusahakan koperasi. Malahan pemerintah dibolehkan untuk menetapkan bidang kegiatan ekonomi suatu wilayah yang telah berhasil diusahakan koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya," katanya.

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI




Sahala menyoroti langkah Satgas OJK yang umumkan ada 50 aplikasi KSP penawaran pinjaman online ilegal yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip koperasi baru-baru ini.

"Memanfaatkan aplikasi digital tidak dilarang, malah seharusnya didukung agar gerakan koperasi telah modern dan melek digitalisasi,” ujarnya.

Dia juga mendorong semua pihak untuk tidak mencederai semangat berkoperasi di kalangan masyarakat termasuk menuduh kasus gagal bayar koperasi beberapa koperasi disebabkan mempraktikkan “shadow banking”.

Koperasi disebut Sahala sempat dianggap sebagai pihak yang bersalah dalam menghimpun dana anggota dengan bunga tinggi melebihi bank serta tidak miliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu menurut dia cenderung kontraproduktif dan berpotensi meresahkan karena akan membentuk stigma bahwa semua koperasi melakukan praktik “shadow banking”.

“Masih banyak gerakan koperasi yang murni menjalankan usaha koperasi sesuai aturan dan setia dengan jati diri koperasi," kata Sahala.

Sumber:
Kembangkan Produk Simpanan, Koperasi Tak Perlu Izin OJK
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200608/12/1249793/kembangkan-produk-simpanan-koperasi-tak-perlu-izin-ojk
NewswireNewswire - Bisnis.com
08 Juni 2020  |  13:32 WIB



Lanjutkan Membaca:

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan

Simpanan Berjangka 24 bulan Bagi Hasil 17% di depan

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil TANPA DIUNDI

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI

"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 

Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln

Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama

new normal products KSPSB Koperasi Sejahtera Bersama New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama Simpanan Berjangka 1 tahun...