Jumat, 26 Juni 2020

New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama

new normal products KSPSB Koperasi Sejahtera Bersama

New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama


Simpanan Berjangka 1 tahun dapat Bagi Hasil
9% di awal masa simpanan ( 3 hari masuk rekening )
atau
10% di akhir masa simpanan


Simpanan Berjangka 2 tahun dapat Bagi Hasil
17% di awal masa simpanan ( 3 hari masuk rekening )


Simpanan Berjangka 5 tahun dapat Bagi Hasil
80% di akhir masa simpanan


Simpanan Berjaminan Asset mulai penempatan Rp 2M (disesuaikan dgn nilai asset), Tenor 2th,  Bagi Hasil 10%/th diakhir tahun


  • Hanya bisa di Koperasi Sejahtera Bersama
  • Terpercaya sejak th 2004
  • Koperasi terbesar ke-7 dari 100 Koperasi besar Indonesia
  • Sudah mendapatkan Rekor MURI
  • Sudah mendapat berbagai penghargaan dari Mekop dan Presiden Jokowi


NB:
* Boleh memiliki lebih dari 1 macam Simpanan
* pajak 10% dari Bagi Hasil


Terimakasih.
Salam Sehat Sejahtera Mulia
Bambang Wahyudi
Koperasi Sejahtera Bersama Cabang Kebon Jeruk

Minggu, 14 Juni 2020

Kembangkan Produk Simpanan, Koperasi Tak Perlu Izin OJK

Segala bentuk ketentuan mengenai koperasi telah diatur oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sehingga koperasi tidak perlu lagi mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Ketua Umum Askopindo Sahala Panggabean (kiri) bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. - Antara/Askopindo

Bisnis.com, JAKARTA – Koperasi tak perlu mengajukan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika ingin mengembangkan produk simpanan. Pasalnya, ketentuan mengenai perkoperasian telah diatur oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Ketua Umum Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) Sahala Panggabean mengatakan, ketentuan mengenai koperasi simpan pinjam (KSP) telah diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) No.15/2020 tentang Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi dan Permenkop No.11/2017 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah oleh Koperasi.

"Kita lihat pada pasal 1 ayat 14 Permenkop No. 15 dan Permenkop No.11 pada pasal 1 ayat 21 tentang simpanan berjangka, jelas diatur bahwa koperasi baik KSP maupun KSPPS dibolehkan memiliki produk simpanan berjangka," kata Sahala, seperti dikutip dari Antara, Senin (8/6/2020).

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan


Sementara itu menurutnya, pada kasus koperasi gagal bayar seperti Indosurya, Hanson dan Cipaganti, dia mengklaim hal itu terjadi karena adanya praktik penyimpangan alokasi.

Dia mengatakan, dana yang ada tidak dijadikan pembiayaan kredit bagi anggota koperasi, tapi seringkali digunakan untuk membiayai usaha yang terafiliasi dalam kelompok bisnis yang cenderung spekulatif.

"Praktik tidak terpuji ini biasanya siasat dari kelompok usaha besar yang sudah punya bisnis utama sebelumnya, justru mereka mendirikan koperasi untuk mendapatkan dana guna membiayai bisnis utamanya. Sejak awal harusnya dilacak kredibilitas dan rekam jejak pengaju izin,” ujar Sahala.

Simpanan Berjangka 24 bulan Bagi Hasil 17% di depan




Di sisi lain, Sahala menekankan pentingnya peran pemerintah dalam keberpihakan dan mendorong agar koperasi berdaya saing kuat sesuai UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian.

Pasalnya, dalam UU itu disebut bahwa untuk perlindungan kepada koperasi, dapat dikembangkan sektor ekonomi tertentu secara eksklusif sebagai bentuk keberpihakan konkrit bagi usaha koperasi guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial.

"Dalam Pasal 63 ayat 1 disebutkan bahwa untuk memberi perlindungan kepada koperasi, pemerintah bisa menetapkan bidang kegiatan ekonomi yang hanya boleh diusahakan koperasi. Malahan pemerintah dibolehkan untuk menetapkan bidang kegiatan ekonomi suatu wilayah yang telah berhasil diusahakan koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya," katanya.

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI




Sahala menyoroti langkah Satgas OJK yang umumkan ada 50 aplikasi KSP penawaran pinjaman online ilegal yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip koperasi baru-baru ini.

"Memanfaatkan aplikasi digital tidak dilarang, malah seharusnya didukung agar gerakan koperasi telah modern dan melek digitalisasi,” ujarnya.

Dia juga mendorong semua pihak untuk tidak mencederai semangat berkoperasi di kalangan masyarakat termasuk menuduh kasus gagal bayar koperasi beberapa koperasi disebabkan mempraktikkan “shadow banking”.

Koperasi disebut Sahala sempat dianggap sebagai pihak yang bersalah dalam menghimpun dana anggota dengan bunga tinggi melebihi bank serta tidak miliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu menurut dia cenderung kontraproduktif dan berpotensi meresahkan karena akan membentuk stigma bahwa semua koperasi melakukan praktik “shadow banking”.

“Masih banyak gerakan koperasi yang murni menjalankan usaha koperasi sesuai aturan dan setia dengan jati diri koperasi," kata Sahala.

Sumber:
Kembangkan Produk Simpanan, Koperasi Tak Perlu Izin OJK
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200608/12/1249793/kembangkan-produk-simpanan-koperasi-tak-perlu-izin-ojk
NewswireNewswire - Bisnis.com
08 Juni 2020  |  13:32 WIB



Lanjutkan Membaca:

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan

Simpanan Berjangka 24 bulan Bagi Hasil 17% di depan

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil TANPA DIUNDI

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI

"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 

Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln

Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 

Sabtu, 13 Juni 2020

LPDB salurkan dana bergulir Rp 307,3 miliar selama pandemi Covid-19

Ilustrasi LPDB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah terus menyalurkan ppembiayaan dana bergulir kepada koperasi di tengah pandemi Covid-19. LPDB mencatat selama masa pandemi Covid-19 telah menyalurkan dana bergulir mencapai Rp 307,3 miliar.

“Selama masa pandemi Covid-19, yakni per periode Maret sampai dengan akhir Mei 2020, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 307,3 miliar, dengan rincian Rp 211,8 miliar untuk pinjaman konvensional dan sebesar Rp 95,5 miliar disalurkan untuk pembiayaan syariah,” kata Direktur Utama LPDB Supomo dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Supomo mengatakan koperasi dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia lantaran bisa meningkatkan kesejahteraan, pemerataan distribusi pendapatan dan pengaman sosial. Oleh sebab itu, perlu dibantu oleh Pemerintah dalam akses pembiayaan melalui dana bergulir.

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan 


“Kami sadar memiliki risiko saat harus bertugas menyalurkan dana bergulir di tengah pandemi Covid. Namun kami tetap hadir untuk memberikan solusi agar koperasi dapat tetap menyelenggarakan pelayanan bagi anggota yang memiliki unit usaha dan membutuhkan koperasi walaupun kondisi saat ini sangat sulit untuk menjalankan usaha,” terang Supomo.

Dalam penyaluran dana bergulir di masa pandemi Covid-19, Supomo mengakui ada sedikit kendala, misalnya dalam hal perikatan dengan notaris kepada koperasi yang sudah diputuskan mendapat dana bergulir. Untuk dapat dicairkan dana bergulir tersebut perikatan notaris harus dilakukan melalui pertemuan tatap muka.

Simpanan Berjangka 24 bulan DISKONTO 17% di depan


“Belum bisa dilakukan pertemuan secara online. Padahal dalam berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Sosial (PSBB) rute penerbangan dari dan menuju Jakarta masih dibatasi, namun kami tetap berkomitmen jika masih dapat ditempuh melalui jalur darat kami pasti akan langsung melakukan perikatan kepada Koperasi,” ungkapnya.

LPDB menargetkan dapat menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 1,85 triliun sepanjang 2020. Target tersebut tumbuh sekitar 8,8% dari pencapaian dana bergulir di tahun 2019, yaitu sebesar Rp 1,72 triliun. Dana tersebut akan diberikan 70% untuk koperasi sektor riil dan 30% untuk koperasi simpan pinjam.

Pada tahun 2020 LPDB-KUMKM hanya fokus penyaluran kepada koperasi. Seluruh kebijakan internal kami juga sudah dilakukan relaksasi untuk mempermudah akses pinjaman/pembiayaan kepada koperasi tersebut,” tukas Direktur Umum dan Hukum LPDB Jaenal Aripin.

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI


Ia berharap dengan dana bergulir yang tersalur ke mitra LPDB khususnya koperasi, akan menciptakan koperasi modern yang dapat meningkatkan potensi ekspor UMKM. Koperasi modern berarti koperasi sehat secara keuangan dan mempunyai prospek usaha yang layak untuk dibiayai.


Sumber: 
LPDB salurkan dana bergulir Rp 307,3 miliar selama pandemi Covid-19
Jumat, 12 Juni 2020 / 13:41 WIB
Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi
https://keuangan.kontan.co.id/news/lpdb-salurkan-dana-bergulir-rp-3073-miliar-selama-pandemi-covid-19


Lanjutkan membaca: 

Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di depan atau 10% di akhir Masa Simpanan

Simpanan Berjangka 24 bulan DISKONTO 17% di depan

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil TANPA DIUNDI

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG DAPAT Mobil/Motor TANPA DIUNDI

"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 

Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln

Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 


Selasa, 09 Juni 2020

Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama Satgas Waspada Investasi sepakat untuk melakukan koreksi dan penyempurnaan pada sejumlah koperasi yang diduga melakukan penyimpangan.

Hal itu diketahui ketika Kemenkop UKM, Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis 50 kegiatan yang mengatasnamakan koperasi yang terdapat di aplikasi PlayStore.

Simpanan Berjangka setara Deposito dgn Bagi Hasil 9 % di awal atau 10% di akhir tenor


"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan 35 koperasi yang diduga melakukan penyimpangan sebagaimana rilis Satgas Waspada Investasi pada 22 Mei 2020, telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi akan melakukan review secara menyeluruh dan mengambil tiga langkah," ungkap Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan, dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (29/5).

Pertama, melakukan penindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kedua, memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi.
"Ketiga, melakukan normalisasi dan rehabilitasi terhadap koperasi yang tidak melakukan praktek pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum dan ijin usaha simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku," papar Prof Rully.

Simpanan Berjangka Diskonto 17%





Selain itu, secara khusus, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi sepakat melakukan normalisasi pada tahap pertama ini terhadap 35 koperasi sebagaimana yang ada dalam daftar.

"Terhadap koperasi lainnya masih dalam proses review dan hasilnya diumumkan untuk normalisasi apabila terbukti tidak melakukan kegiatan pinjaman online kepada non anggota", penegasan Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi.

Lebih lanjut, ke depan juga disepakati bersama sebelum menetapkan sanksi kepada koperasi, OJK melakukan konfirmasi dan memberikan kesempatan klarifikasi, sehingga penerapan sanksi nantinya betul-betul valid, berdasarkan data dukung yang kuat.

Simpanan Berjangka dapat mobil TANPA DIUNDI


Bisnis koperasi, apalagi di usaha simpan pinjam berbasis trust, kepercayaan. Karena itu, usaha simpan pinjam koperasi menjadi sangat sensitif terhadap isyu-isyu negatif, yang dapat menggiring opini publik menjadi kehilangan kepercayaan terhadap koperasi.

Padahal, KSP/KSPPS dan usaha pinjam pinjam koperasi secara umum telah berkontribusi sangat besar bagi akses pembiayaan yang diperlukan usaha ultra mikro, mikro dan kecil.

"Kami bersyukur, pada tahap pertama ini, sudah 35 koperasi dinormalisasi atau rehabilitasi kembali oleh OJK, sisanya masih di-review," jelas Zabadi.

Simpanan Berjangka berhadiah mobil/motor TANPA DIUNDI


Untuk diketahui, lanjut Zabadi, dari 50 koperasi yang aplikasi onlinenya dianggap ilegal pada pengumuman pertama, 22 Mei 2020 oleh Satgas Waspada Investasi, sembilan di antaranya memang koperasi yang tidak memiliki aspek legalitas usaha (belum memiliki Badan Hukum Koperasi).

"Ada satu koperasi tetap diblokir sampai koperasi yang bersangkutan melakukan perbaikan, sisanya lima koperasi sedang dalam proses review."

Daftar 35 Koperasi yang Dinormalisasi

 Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi
 Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi
 Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi
 Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi
 Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi

Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi

Tulisan ini diambil dari :
Judul : Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi
Oleh : stella marisstella maris
Pada : 30 Mei 2020, 10:10 WIB
Diperbarui 30 Mei 2020, 12:01 WIB
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4266657/kemenkop-ukm-dan-satgas-waspada-investasi-normalisasi-35-koperasi



Silakan lanjutkan membaca: 


Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 12% /th


Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG UNTUNG 17% di depan


Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil TANPA DIUNDI


Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil/Motor TANPA DIUNDI


"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 


Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln


Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 

Sabtu, 06 Juni 2020

40 koperasi terdampak COVID-19 peroleh restrukturisasi utang

Pekerja memproduksi gitar di Workshop Guitars Gore di Lebak, Banten, Selasa (17/2/2020). OJK memberikan kelonggaran pembayaran pokok pinjaman serta bunga bagi pengusaha sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kepada perbankan guna menyikapi dampak negatif virus corona (COVID-19) pada industri. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/ama.

Dalam bulan Juni ini kami berusaha seluruh pemohon tersebut dapat segera kami selesaikan administrasinya

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) merestrukturisasi utang 40 koperasi terdampak COVID-19 dengan nilai outstanding sebesar Rp181,2 miliar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo dalam keterangannya, Sabtu, mengatakan koperasi-koperasi tersebut telah mengajukan permohonan restrukturisasi kepada LPDB-KUMKM sejak awal pandemi bergejolak hingga Mei 2020.

“Di masa pandemi COVID-19 LPDB-KUMKM segera melaksanakan restrukturisasi pinjaman/pembiayaan terhadap 40 koperasi yang terkena dampak langsung,” kata Supomo.

Ia mengatakan kebijakan restrukturisasi dilakukan dengan menunda pembayaran pokok dan bunga bagi koperasi penerima dana bergulir paling lama 12 bulan ke depan.

Simpanan Berjangka setara Deposito dgn Bagi Hasil 9% di awal atau 10% diakhir











Jika semuanya telah diverifikasi, diharapkan pada Juni 2020 restrukturisasi pinjaman dana bergulir terhadap 40 koperasi mitra tersebut sudah dapat dilaksanakan.

“Dalam bulan Juni ini kami berusaha seluruh pemohon tersebut dapat segera kami selesaikan administrasinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kriteria penerima fasilitas restrukturisasi tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Koperasi dan UKM. Di antaranya mitra LPDB-KUMKM yang berbadan hukum, koperasi dan UMKM yang usahanya terdampak langsung maupun tidak langsung akibat COVID-19, mitra yang masih memiliki kewajiban angsuran pokok dan bunga, serta mitra yang memiliki status kolektibilitas lancar dan kurang lancar.

“Seluruh kriteria tersebut akan kami perhitungkan sesuai dengan ketentuan dan utamanya kami bekerja sesuai dengan komitmen Menteri Koperasi dan UKM untuk membantu koperasi selama pandemi COVID-19,” tutur Supomo.

Simpanan Berjangka Diskonto 17%











Kebijakan kelonggaran dan relaksasi pembiayaan bagi koperasi mitra LPDB-KUMKM merupakan upaya maksimal guna menangkal dampak terburuk dari menyebarnya COVID-19 terutama di sektor ekonomi mikro dan makro.

Pada masa pandemi COVID-19, banyak koperasi yang kesulitan memenuhi kewajibannya lantaran UMKM-UMKM yang menjadi anggotanya sedang mengalami krisis akibat usahanya banyak yang tidak berjalan.

Koperasi yang ingin mendapatkan fasilitas restrukturisasi dapat mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Menteri Koperasi dan UKM, dan ditembuskan ke Direktur Utama LPDB-KUMKM di Jakarta. Surat permohonan tersebut juga harus ditembuskan ke Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Selain langkah restrukturisasi, LPDB-KUMKM juga terus mengoptimalkan penyaluran dana bergulir ke koperasi-koperasi di Tanah Air.

Hingga Mei 2020, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp282,3 miliar atau 15,25 persen dari target penyaluran tahun 2020 yakni sebesar Rp1,85 Triliun.

Supomo mengatakan, seluruh jajarannya siap menyalurkan dana bergulir ke koperasi di Tanah Air.

Simpanan Berjangka berhadiah mobil TANPA DIUNDI











Meskipun pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan bahkan menukik drastis akibat penyebaran COVID-19, namun LPDB-KUMKM tetap mengoptimalkan penyaluran ke mitranya dengan meminimalkan risiko penyebaran virus tersebut.

Sasaran mitra yang menerima dana pinjaman LPDB-KUMKM di tengah kondisi pandemi COVID-19, di antaranya koperasi yang terkena dampak signifikan, koperasi yang memiliki usaha berbasis ekspor baik langsung maupun anggotanya, dan koperasi bidang kesehatan terutama koperasi karyawan yang mendukung operasional rumah sakit melalui pinjaman/pembiayaan dana BPJS atau produksi alat kesehatan.

Selain itu, koperasi yang bergerak dalam sektor atau program prioritas Kementerian Koperasi dan UKM, koperasi yang usahanya telah mendukung perekonomian setempat, dan koperasi yang usahanya di bidang substitusi impor, juga menjadi sasaran utama mitra penerima dana bergulir LPDB-KUMKM.

Simpanan Berjangka 2 th berhadiah mobil/motor TANPA DIUNDI











Disalin dari : 40 koperasi terdampak COVID-19 peroleh restrukturisasi utang
Sabtu, 6 Juni 2020 17:05 WIB
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020
https://www.antaranews.com/berita/1538132/40-koperasi-terdampak-covid-19-peroleh-restrukturisasi-utang


Silakan Lanjutkan Membaca:


Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 9% di awal atau 10% di akhir tenor


Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG UNTUNG 17% di depan


Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil TANPA DIUNDI


Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil/Motor TANPA DIUNDI


"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 


Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln


Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 


Jumat, 05 Juni 2020

Temukan Investasi Bodong Berkedok Koperasi, Laporkan di Sini


Temukan Investasi Bodong Berkedok Koperasi, Laporkan di Sini

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan atau mengalami praktik koperasi yang mencurigakan.

“Masih sering menemukan koperasi ilegal? Atau investasi bodong mengatasnamakan koperasi? #SobatKUKM bisa langsung laporkan ke @kemenkopukm loh melalui website,” tulis keterangan akun resmi instagram @kemenkopukm, Senin (1/6/2020).

Simpanan Berjangka setara Deposito dgn Bagi Hasil 9% di awa atau 10% di akhir tenor





Hingga saat ini masih banyak investasi berkedok atas nama koperasi yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, apabila Anda menemukan kejanggalan pada praktik koperasi, segera laporkan kepada Kemenkop dan UKM.

Berikut cara melaporkannya:
  1. Kunjungi laman www.lapor.go.id
  2. Ketik instansi tujuan: Kementerian Koperasi dan UKM
  3. Isi data dan sertakan bukti yang mendukung
  4. Submit laporan tersebut.

Simpanan Berjangka 24 bulan Diskonto 17%







Nantinya laporan Anda akan langsung di terima oleh Deputi Bidang Pengawasan. Maka penting untuk kita saling melindungi sesama dari koperasi ilegal dan investasi bodong.

Sumber:
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4267708/temukan-investasi-bodong-berkedok-koperasi-laporkan-di-sini
Judul : Temukan Investasi Bodong Berkedok Koperasi, Laporkan di Sini
Oleh  : Tira SantiaTira Santia


Lanjutkan Membaca :


Simpanan Berjangka 12 bulan setara "DEPOSITO" dengan Bagi Hasil 12% /th

Simpanan Berjangka 24 bulan LANGSUNG UNTUNG 17% di depan



Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil TANPA DIUNDI











Simpanan Berjangka 24 bulan BERHADIAH LANGSUNG Mobil/Motor TANPA DIUNDI










"JELITA" Nabung 5 th jadi 180% dan GRATIS Asuransi 












Tabungan Pensiun mulai Rp 100rb/bln












Tabungan Pendidikan untuk Keberhasilan Anak 

New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama

new normal products KSPSB Koperasi Sejahtera Bersama New Normal Products dari Koperasi Sejahtera Bersama Simpanan Berjangka 1 tahun...